Minggu, 16 Oktober 2011

Tidurlah, rindu..

Pukul 1.15 pagi. Termenung ketika hendak pergi tidur.
Saat ini, saya sangat sangat rindu. Bukan berarti di waktu-waktu biasanya tidak, tapi saat paling rindu, untuk saya, adalah saat hendak tidur.

Ketika lampu sudah dimatikan dan saya berbaring. Saya merasa sendirian. Dada saya sesak. Keheningan itu membuat kenangan-kenangan bersama dia terlintas kembali. Saya tidak pernah ingin membuang kenangan-kenangan itu, tapi saya tidak ingin mereka hadir di saat saya harus membuang jauh-jauh sementara perasaan ingin bersama.

Saya rindu. Rindu ingin melihat dia tertawa lepas usai mengerjai saya, mencolek hidung saya, memeluk saya, dan semuanya..

Saya tahu, rindu ini pasti bukan hanya jadi milik saya. Ini milik kami.

Sekarang, saya hanya bisa menikmati rindu hebat ini sebelum saya terlelap.
Selamat tidur, semoga bertemu di mimpi indah kita malam ini, cinta.. :*

Kamis, 29 September 2011

Curhatan Subuh-Subuh

Entah ini kebetulan atau memang kebiasaan. Setiap akan berjauhan kembali dengannya, saya selalu tidak bisa tidur. Padahal, ini bukan yang pertama. Berkali-kali saya mencoba memejamkan mata dan tertidur, tapi selalu gagal.
Oke, di liburan tahun 2011 ini saya dan ogha lebih banyak bertemu. Di liburan awal tahun dan, sekarang, libur semester dan libur lebaran. 4 bulan sudah waktu kami bersama. Tiga bulan di Sampit dan satu bulan di Jogja. Tapi selalu saja tidak menyenangkan jika waktu berpisah itu semakin di depan mata. Oke, kurang dari seminggu lagi saya akan kembali ke kota kecil kami, di mana kami bertemu. Sampit.

Saya sudah dan selalu berusaha mensugestikan diri jika kami akan baik-baik saja (seperti biasanya) ketika jarak antarpulau ini memisahkan kami sementara. Sementara saja. Tapi, ah, saya terlanjur nyaman dengan dua 4 bulan ini. Berjauhan kembali sama artinya dengan beradaptasi kembali. Paling tidak, dalam minggu-minggu pertama.

Tidak mudah membiasakan diri kembali jika setiap hari melihat dia. Ditambah lagi kegiatan saya yang tidak lagi seperti kuliah dulu.

Ini adalah kuliah tahun ketiganya. Perkuliahan pasti semakin padat. Kabar baiknya, kuliahnya tinggal beberapa semester lagi. Saya selalu mendoakan dan mendukung apa yang sekarang dia tempuh. Hey, ini untuk masa depan, bukan?

Berpikir positif seperti itu membuat saya lega dan menjalani ini dengan lebih ringan pula. Apa yang saya dan dia jalani saat ini nantinya untuk masa depan. Insya Allah.

Curhatan begini biasanya membuat saya berubah menjadi sangat mellow apalagi jika ini ditulis jam 2 pagi.

Baiklah, cintaku, ini bukan hal yang menyenangkan saat kita harus berpisah kembali, tapi kita pasti bisaaaaa.. Tetap semangaaaaaaaaaattttttt... \:D/
I luv u, My Gha... :*

Senin, 26 September 2011

Tentang Seseorang

Tentang Seseorang. Terlihat seperti sebuah judul lagu yang menjadi soundtrack film Ada Apa Dengan Cinta (AADC). Tapi, ini benar-benar tentang seseorang, yaitu saya. Almarhum kakeklah saya memberikan sebuah nama untuk saya. Nur Ainun, yang berasal dari dua kata dalam bahasa Arab, Nur adalah 'cahaya', dan Ainun yang bermakna 'mata'. Dari nama saja, sudah tergambar jika saya adalah seorang wanita. Saya terlahir pada hari Jumat, tanggal 23 Maret 21 tahun yang lalu. Saya menjadi anak tunggal sampai berumur 6 tahun hingga akhirnya lahir adik laki-laki saya, yang bernama Nur Azmi.
Saat ini, saya sudah menyelesaikan pendidikan keguruan di salah satu universitas di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Teman-teman saya mengatakan bahwa saya tidak terlihat sebagai seorang wanita yang berusia 21 tahun. Dilihat dari bentuk fisik, iya. Tinggi badan saya hanya 145cm dan berat 38kg.
Merajut adalah salah satu hobi saya. Dengannya, saya bisa menghilangkan stres, selain tidur.
Selain keluarga, di hidup saya seorang Wicaksana Dwiyoga Pradana adalah orang yang sangat istimewa. Jawaban sangat sederhana jika ada yang bertanya kenapa. Dia adalah seseorang yang mencintai dan saya cintai selama hampir dua tahun ini.

Inilah sedikit tentang saya. Ayin.