Sabtu, 14 Maret 2015

Tentang Kamu (Lagi)

Beberapa teman tak henti menanyakan kabarmu. Padahal mereka tau, kita sudah tidak lagi ada.
Jika namamu yang disebut, otak saya langsung mengingat kopi dan coklat. Mungkin juga pantai. Kita pernah beberapa kali bersama di sana, kan?

Kemarin, ketika di perjalanan menuju pantai, di mobil berulang lagu itu. Lagu yang pernah saya nyanyikan ketika memeluk punggungmu.
Saya bilang "lagu ini buat kamu".
Kamu yang kala itu menjawab "emang artinya apa?"

Semuanya mengalir.. sampai saya ingat detil-detil kecil. Bahkan aroma tubuhmu ketika dipeluk, saya ingat.

Perjalanan ini pasti berakhir.
Entah kapan, saya yakin badanmu tak melulu kuat dan akan lelah.
kamu pasti ingin pulang.

PS:
Jika kamu pulang, jangan lupa ketuk pintu dan ucap salam.
I love you.

Kamis, 12 Maret 2015

Tentang Luka


tengah malam, di tengah percakapan tentang kejadian semalam:
"aku ada di sini sampai lukamu sembuh"

kata-katanya sederhana.

pertanyaannya,
kamu di mana jika lukanya sudah sembuh?
atau, bagaimana jika lukanya tidak juga sembuh?

Sabtu, 21 Februari 2015

Tentang Kamu

Hampir semua tulisan di blog saya adalah tentang lelaki yang saya sebut "kamu".
Di tiga tahun ke belakang, "kamu" yang saya maksud sangat gamblang dan saya tidak ragu menulis namanya.
Tapi, "kamu" di beberapa tulisan terakhir pernah menjadi pertanyaan dari sahabat saya.

"Yin, "kamu" itu siapa?"

Iya, "kamu" tau siapa dia. Bisa saja orang yang pernah saya tulis di tiga tahun lalu, atau "kamu" yang lain.

"Kamu" pernah melewati banyak hari bersama saya. "Kamu" sering minta dibuatkan kopi hangat.
"Kamu" pernah memasak untuk saya.
"Kamu" dan saya pernah bermimpi menjadi "kami" bertahun lalu.
Walaupun akhirnya "kami" kembali berakhir menjadi "kamu" dan "saya".

Saya tidak bermaksud membuat "kamu" kembali. Sungguh.
Apa yang saya tulis adalah apa yang saya rasa dan kadang muncul di otak saya.
Mungkin saja beberapa bulan terakhir saya yakin "kamu" kembali, beberapa hal menyadarkan saya.

"Kamu" bukan lagi orang yang saya kenal bertahun lalu.
Dan saya tidak ingin menjadi orang lain agar bisa bersama "kamu" lagi.

Beberapa tulisan mungkin temanya masih tentang "kamu".
Banyak hal indah tentang "kamu" yang bisa saya bagi.
Satu persatu, sampai akhirnya saya kehabisan kata untuk menulis tentang "kamu".

Sabtu, 14 Februari 2015

Tentang Doa

Kamu tau, kamu itu begitu istimewa hingga setiap saya berdoa ada nama kamu terucap di sana.

Doa saya memang tidak istimewa, tapi yakinlah ada wanita lain selain ibumu yang mendoakan kebaikanmu.

Doa yang terucap saya yakin pasti didengar. Entah akan dikabulkan atau tidak, yang pasti saya sudah berdoa walaupun saya tidak pernah berusaha apa-apa.
Tapi, siapa yang bisa mengalahkan kekuatan doa? Bahkan takdirpun bisa dirubah karenanya.

Semoga saja, hatimu hangat setiap ada nama kamu yang tersebut di doa saya.
Kamu cukup rasakan saja.

Kamis, 12 Februari 2015

Tentang "Seharusnya"




Seperti kebanyakan wanita, saya wanita yang suka ketika dipeluk.
Tentunya dipeluk oleh orang terkasih, kamu salah satunya.

Tidak gampang memang sampai tiba waktunya memeluk kamu dan pelukan kamu memang yang ternyaman.

Sampai hari inipun, saya masih berharap bisa dipeluk kamu.
Saya tidak pernah tau “seharusnya” itu seperti apa.
Mungkin inilah yang “seharusnya” hidup saya.
Tanpa kamu.

tapi jika saya boleh meminta yang “seharusnya” pagi ini ada pelukan hangat kamu dan kecupan kamu di kening sebelum saya berangkat kerja.

Dan tanganmu terbuka ketika memeluk saya pulang, melebur lelah seharian bekerja seperti “seharusnya” yang saya mau.

Kamu pasti tau, rindu saya sudah menggunung.
Cepat pulang.

Tentang Punggungmu


Taken from http://ronapena.blogspot.com/2013/07/hanya-isyarat-dee.html?m=1


Boleh saja kamu sebut saya aneh.
Saya penyuka punggungmu.

Punggungmu pernah menjadi sandaran saya selama beratus hari..
Pernah menjadi tempat favorit saya ketika menangis..

Selalu menjadi tempat membenamkan muka dan memelukmu dari belakang..

Punggungmu selalu menjadi tempat saya menarikmu untuk menahanmu pulang..

Dan..
Punggung itu juga pernah membelakangi saya ketika kamu memilih pergi.

Rabu, 11 Februari 2015

Tentang Kamu, Kopi, Snack Coklat dan Hujan

Kamu dan kopi. Candu terbesar yang sulit saya hilangkan.

Tertidur menggenggam tanganmu saya sering.

Kadang juga dipangkuanmu.

Ketika hujan..

Kopi hangat, snack coklat dan candaanmu.

Sederhananya, kita pernah menghabiskan banyak waktu bersama kala hujan.

Apa kamu pernah berpikir untuk pulang?