Beberapa teman tak henti menanyakan kabarmu. Padahal mereka tau, kita sudah tidak lagi ada.
Jika namamu yang disebut, otak saya langsung mengingat kopi dan coklat. Mungkin juga pantai. Kita pernah beberapa kali bersama di sana, kan?
Kemarin, ketika di perjalanan menuju pantai, di mobil berulang lagu itu. Lagu yang pernah saya nyanyikan ketika memeluk punggungmu.
Saya bilang "lagu ini buat kamu".
Kamu yang kala itu menjawab "emang artinya apa?"
Semuanya mengalir.. sampai saya ingat detil-detil kecil. Bahkan aroma tubuhmu ketika dipeluk, saya ingat.
Perjalanan ini pasti berakhir.
Entah kapan, saya yakin badanmu tak melulu kuat dan akan lelah.
kamu pasti ingin pulang.
PS:
Jika kamu pulang, jangan lupa ketuk pintu dan ucap salam.
I love you.
Sabtu, 14 Maret 2015
Kamis, 12 Maret 2015
Tentang Luka
tengah malam, di tengah percakapan tentang kejadian semalam:
"aku ada di sini sampai lukamu sembuh"
kata-katanya sederhana.
pertanyaannya,
kamu di mana jika lukanya sudah sembuh?
atau, bagaimana jika lukanya tidak juga sembuh?
Sabtu, 21 Februari 2015
Tentang Kamu
Hampir semua tulisan di blog saya adalah tentang lelaki yang saya sebut "kamu".
Di tiga tahun ke belakang, "kamu" yang saya maksud sangat gamblang dan saya tidak ragu menulis namanya.
Tapi, "kamu" di beberapa tulisan terakhir pernah menjadi pertanyaan dari sahabat saya.
"Yin, "kamu" itu siapa?"
Iya, "kamu" tau siapa dia. Bisa saja orang yang pernah saya tulis di tiga tahun lalu, atau "kamu" yang lain.
"Kamu" pernah melewati banyak hari bersama saya. "Kamu" sering minta dibuatkan kopi hangat.
"Kamu" pernah memasak untuk saya.
"Kamu" dan saya pernah bermimpi menjadi "kami" bertahun lalu.
Walaupun akhirnya "kami" kembali berakhir menjadi "kamu" dan "saya".
Saya tidak bermaksud membuat "kamu" kembali. Sungguh.
Apa yang saya tulis adalah apa yang saya rasa dan kadang muncul di otak saya.
Mungkin saja beberapa bulan terakhir saya yakin "kamu" kembali, beberapa hal menyadarkan saya.
"Kamu" bukan lagi orang yang saya kenal bertahun lalu.
Dan saya tidak ingin menjadi orang lain agar bisa bersama "kamu" lagi.
Beberapa tulisan mungkin temanya masih tentang "kamu".
Banyak hal indah tentang "kamu" yang bisa saya bagi.
Satu persatu, sampai akhirnya saya kehabisan kata untuk menulis tentang "kamu".
Di tiga tahun ke belakang, "kamu" yang saya maksud sangat gamblang dan saya tidak ragu menulis namanya.
Tapi, "kamu" di beberapa tulisan terakhir pernah menjadi pertanyaan dari sahabat saya.
"Yin, "kamu" itu siapa?"
Iya, "kamu" tau siapa dia. Bisa saja orang yang pernah saya tulis di tiga tahun lalu, atau "kamu" yang lain.
"Kamu" pernah melewati banyak hari bersama saya. "Kamu" sering minta dibuatkan kopi hangat.
"Kamu" pernah memasak untuk saya.
"Kamu" dan saya pernah bermimpi menjadi "kami" bertahun lalu.
Walaupun akhirnya "kami" kembali berakhir menjadi "kamu" dan "saya".
Saya tidak bermaksud membuat "kamu" kembali. Sungguh.
Apa yang saya tulis adalah apa yang saya rasa dan kadang muncul di otak saya.
Mungkin saja beberapa bulan terakhir saya yakin "kamu" kembali, beberapa hal menyadarkan saya.
"Kamu" bukan lagi orang yang saya kenal bertahun lalu.
Dan saya tidak ingin menjadi orang lain agar bisa bersama "kamu" lagi.
Beberapa tulisan mungkin temanya masih tentang "kamu".
Banyak hal indah tentang "kamu" yang bisa saya bagi.
Satu persatu, sampai akhirnya saya kehabisan kata untuk menulis tentang "kamu".
Sabtu, 14 Februari 2015
Tentang Doa
Kamu tau, kamu itu begitu istimewa hingga setiap saya berdoa ada nama kamu terucap di sana.
Doa saya memang tidak istimewa, tapi yakinlah ada wanita lain selain ibumu yang mendoakan kebaikanmu.
Doa yang terucap saya yakin pasti didengar. Entah akan dikabulkan atau tidak, yang pasti saya sudah berdoa walaupun saya tidak pernah berusaha apa-apa.
Tapi, siapa yang bisa mengalahkan kekuatan doa? Bahkan takdirpun bisa dirubah karenanya.
Semoga saja, hatimu hangat setiap ada nama kamu yang tersebut di doa saya.
Kamu cukup rasakan saja.
Kamis, 12 Februari 2015
Tentang "Seharusnya"
Seperti kebanyakan wanita, saya wanita yang suka ketika dipeluk.
Tentunya dipeluk oleh orang terkasih, kamu salah satunya.
Tidak gampang memang sampai tiba waktunya memeluk kamu dan pelukan kamu memang yang ternyaman.
Sampai hari inipun, saya masih berharap bisa dipeluk kamu.
Saya tidak pernah tau “seharusnya” itu seperti apa.
Mungkin inilah yang “seharusnya” hidup saya.
Tanpa kamu.
tapi jika saya boleh meminta yang “seharusnya” pagi ini ada pelukan hangat kamu dan kecupan kamu di kening sebelum saya berangkat kerja.
Dan tanganmu terbuka ketika memeluk saya pulang, melebur lelah seharian bekerja seperti “seharusnya” yang saya mau.
Kamu pasti tau, rindu saya sudah menggunung.
Cepat pulang.
Tentang Punggungmu
Boleh saja kamu sebut saya aneh.
Saya penyuka punggungmu.
Punggungmu pernah menjadi sandaran saya selama beratus hari..
Pernah menjadi tempat favorit saya ketika menangis..
Selalu menjadi tempat membenamkan muka dan memelukmu dari belakang..
Punggungmu selalu menjadi tempat saya menarikmu untuk menahanmu pulang..
Dan..
Punggung itu juga pernah membelakangi saya ketika kamu memilih pergi.
Rabu, 11 Februari 2015
Tentang Kamu, Kopi, Snack Coklat dan Hujan
Kamu dan kopi. Candu terbesar yang sulit saya hilangkan.
Tertidur menggenggam tanganmu saya sering.
Kadang juga dipangkuanmu.
Ketika hujan..
Kopi hangat, snack coklat dan candaanmu.
Sederhananya, kita pernah menghabiskan banyak waktu bersama kala hujan.
Apa kamu pernah berpikir untuk pulang?
Tertidur menggenggam tanganmu saya sering.
Kadang juga dipangkuanmu.
Ketika hujan..
Kopi hangat, snack coklat dan candaanmu.
Sederhananya, kita pernah menghabiskan banyak waktu bersama kala hujan.
Apa kamu pernah berpikir untuk pulang?
Sabtu, 24 Januari 2015
Tentang Malam Minggu Kita
Malam ini jadwal (dadakan) hang out sama Ira.
cerita kita seputar pengalaman mengerikan pas naik pesawat.
cerita tentang gimana goncangannya, terus naik turun pesawatnya, sampe asuransi korban pesawat.
yang lucu, ekspresi kita waktu ada di pesawat itu dan waktu itu.
iya, sekarang lucu, waktu itu akhir masa nyawa rasanya udah di depan mata.
seriously, kitapun mikir duit ga ada apa-apanya dibanding nyawa.
terus tentang kerjaan..
kerjaan saya mengharuskan hampir 10jam sehari untuk duduk, dia bilang nanti wasir. klo kerjaan dia sebagai sales produk, banyakan berdirinya, resiko nanti kena varisesnya tinggi.
yes, kerja apapun pasti ada resikonya.
lalu tentang masa SMP..
kita selalu jalan kaki bertiga sama Ida dari rumah Ira ke sekolah.
saya yang dari dulu suka nyanyi Inggris dan diketawain waktu ngapalin lirik lagu.
klo dia, dia ngaku klo dulu genit, apalagi ke guru baru.
pernah pas masa kelulusan dia ga lulus terus meluk guru baru di sekolah.
suer, waktu itu umurnya sekitar 15tahun dan dia genitnya sungguh Masya Allah.
sekarangpun dia bilang, klo dia dulu lulus ga mungkin bisa meluk guru itu.
Terus kebiasaan kita dulu tiap hari Minggu ke swalayan bareng naik sepeda.
saya ingat betul, waktu itu selama 6hari sekolah saya nabung uang jajan sampe dapat 10rb di hari Minggu, terus kita ke swalayan.
Beli parfum yang harganya 3ribuan, coklat, dan tabloid yang ada F4-nya.
udah jam10. bayar makanan terus kita pulang.
di jalan, dia malah ngajak karaokean.
saya yang banci microphone ga bisa nolak.
akhirnya kita karaoke, jam10 malam.
ambil sejam aja sih, tp tetep aja balik bakal jam11 malam.
lagu andalan kita ada 2: Ost-nya Meteor Garden (Ching Fei Te Yie) dan lagunya Titiek Nur yang Cinta Bercabang. selalu buat duet. dan joget.
yes, kita lagunya cocok cuma yang itu.
sisanya, saya lagu bahasa Inggris, dia koploan.
sampe sejam.. kita pulang hampir setengah 12 malam.
di jalan..
masih ngobrol trntang kesimpulan malam ini. kita memang udah cocok dari dulu. entah gilanya, ramenya, dan nasib kejombloannya.
ujung-ujungnya "besok klo gajian kita laraoke lagi"
cerita kita seputar pengalaman mengerikan pas naik pesawat.
cerita tentang gimana goncangannya, terus naik turun pesawatnya, sampe asuransi korban pesawat.
yang lucu, ekspresi kita waktu ada di pesawat itu dan waktu itu.
iya, sekarang lucu, waktu itu akhir masa nyawa rasanya udah di depan mata.
seriously, kitapun mikir duit ga ada apa-apanya dibanding nyawa.
terus tentang kerjaan..
kerjaan saya mengharuskan hampir 10jam sehari untuk duduk, dia bilang nanti wasir. klo kerjaan dia sebagai sales produk, banyakan berdirinya, resiko nanti kena varisesnya tinggi.
yes, kerja apapun pasti ada resikonya.
lalu tentang masa SMP..
kita selalu jalan kaki bertiga sama Ida dari rumah Ira ke sekolah.
saya yang dari dulu suka nyanyi Inggris dan diketawain waktu ngapalin lirik lagu.
klo dia, dia ngaku klo dulu genit, apalagi ke guru baru.
pernah pas masa kelulusan dia ga lulus terus meluk guru baru di sekolah.
suer, waktu itu umurnya sekitar 15tahun dan dia genitnya sungguh Masya Allah.
sekarangpun dia bilang, klo dia dulu lulus ga mungkin bisa meluk guru itu.
Terus kebiasaan kita dulu tiap hari Minggu ke swalayan bareng naik sepeda.
saya ingat betul, waktu itu selama 6hari sekolah saya nabung uang jajan sampe dapat 10rb di hari Minggu, terus kita ke swalayan.
Beli parfum yang harganya 3ribuan, coklat, dan tabloid yang ada F4-nya.
udah jam10. bayar makanan terus kita pulang.
di jalan, dia malah ngajak karaokean.
saya yang banci microphone ga bisa nolak.
akhirnya kita karaoke, jam10 malam.
ambil sejam aja sih, tp tetep aja balik bakal jam11 malam.
lagu andalan kita ada 2: Ost-nya Meteor Garden (Ching Fei Te Yie) dan lagunya Titiek Nur yang Cinta Bercabang. selalu buat duet. dan joget.
yes, kita lagunya cocok cuma yang itu.
sisanya, saya lagu bahasa Inggris, dia koploan.
sampe sejam.. kita pulang hampir setengah 12 malam.
di jalan..
masih ngobrol trntang kesimpulan malam ini. kita memang udah cocok dari dulu. entah gilanya, ramenya, dan nasib kejombloannya.
ujung-ujungnya "besok klo gajian kita laraoke lagi"
Sabtu, 17 Januari 2015
Tentang Pawang Ular di Bandara
Hai.
Hampir 2 minggu ga ngepost apa-apa.
Sibuk.
Iya, semingguan sibuk urusan kantor, mulai dari sibuk ngurusin karyawan sampe sibuk ada workshop ke Bogor 3 hari.
Kendala lainnya bukan sibuknya juga sih, tapi ga ada media buat nulis. Di bogor ga dapat colokan buat charge hp. Ngenes.
Ini juga masih di bandara. Nungguin penerbangan satu setengah jam lagi.
Syukurnya, saya ga pulang ke Sampit. Dapat cuti 3hari.
Cutinya dapat, duitnya habis.
Sendirian di bandara segede ini serem juga.
Bayangin, saya yg kecil imut-imut ini sendirian.
Gimana klo saya diculik?
Aih.. ga penting banget.
Oke deh, di lounge bandara Air Asia ada tv-nya.
Mayan, nonton NatGeo Wild. Nonton pawang ular.
Bubye.
Ini ga penting. Salahmu kenapa baca? Di sini ga ada ularnya kok. :p
Hampir 2 minggu ga ngepost apa-apa.
Sibuk.
Iya, semingguan sibuk urusan kantor, mulai dari sibuk ngurusin karyawan sampe sibuk ada workshop ke Bogor 3 hari.
Kendala lainnya bukan sibuknya juga sih, tapi ga ada media buat nulis. Di bogor ga dapat colokan buat charge hp. Ngenes.
Ini juga masih di bandara. Nungguin penerbangan satu setengah jam lagi.
Syukurnya, saya ga pulang ke Sampit. Dapat cuti 3hari.
Cutinya dapat, duitnya habis.
Sendirian di bandara segede ini serem juga.
Bayangin, saya yg kecil imut-imut ini sendirian.
Gimana klo saya diculik?
Aih.. ga penting banget.
Oke deh, di lounge bandara Air Asia ada tv-nya.
Mayan, nonton NatGeo Wild. Nonton pawang ular.
Bubye.
Ini ga penting. Salahmu kenapa baca? Di sini ga ada ularnya kok. :p
Selasa, 06 Januari 2015
Tentang 7 Januari
Tahun lalu di tanggal ini rasanya pengen ngucapin ini.
tapi yasudah lah.. :)
Sepuluh tahun lalu, kamu pernah nanya kapan ulang tahun saya, dan saya nanya kamu juga.
jawabanmu: ulang tahunku dirayakan semua orang Sampit.
yah, sejak 10tahun lalu saya selalu ingat 7 Januari adalah harimu.
doa saya selalu sama.
semoga kamu jadi lelaki yang lebih baik.
Oiya, kamu sudah seperempat abad loh. Semoga semakin bijak dan segera menikah, punya anak cowok biar bisa kamu ajarin main bola, seperti mimpimu..
selamat ulang tahun, kamu..
tapi yasudah lah.. :)
Sepuluh tahun lalu, kamu pernah nanya kapan ulang tahun saya, dan saya nanya kamu juga.
jawabanmu: ulang tahunku dirayakan semua orang Sampit.
yah, sejak 10tahun lalu saya selalu ingat 7 Januari adalah harimu.
doa saya selalu sama.
semoga kamu jadi lelaki yang lebih baik.
Oiya, kamu sudah seperempat abad loh. Semoga semakin bijak dan segera menikah, punya anak cowok biar bisa kamu ajarin main bola, seperti mimpimu..
selamat ulang tahun, kamu..
Senin, 05 Januari 2015
Tentang Rindu Tengah Malam
Rada mellow klo udah tengah malam terus main hp. Sering kangen.
Sejam lalu saya cek galeri di hp. Ga sengaja nemu foto kamu masih kecil. Lucu. Imut-imut dan rasanya pengen saya gigit saking gemesnya.
Coba klo kita kenalnya 20tahun lalu, ya..
Ga kenapa-kenapa sih, cuma mau bilang kamu jangan kenalan sama saya pas sudah gede. Nanti kamu jatuh cinta. :p
Tulisan ini dibuat karena ini tengah malam dan ini jam-jam kangen.
Lagi apapun dan dimanapun kamu,
Mari tidur. Kasian lho kantong matamu itu.
Senin Pertama 2015
Ini hari pertama kerja di tahun 2015.
Eh tapi sebelumnya saya luruskan dulu. Saya ngepost ini di luar jam kerja lho ya..
Bukan pas jam kerja, tapi jam istirahat.
Kantor kaya biasa, rame.. penuh dengan kerjaan ini-itu.
Yang beda? Banyak orang baru. Cuma 3 orang sih, tapi tetap pada prinsip: lebih dari 2 berarti banyak.
Sejujurnya mood buat kerja jeleeek banget. Tapi yang namanya tugas ya harus.
Ada gosip apa? Seru lah..
kangen juga 4 hari ga ketemu teman-teman kantor. That's what I miss the most when holiday comes.
Ngantor dengan mata bengkak udah biasa. Udah sering.
Jeleknya, klo udah nangis, migrain saya kambuh.
Ga bisa stres kayanya saya.
Udah ah, mau makan siang. Ada undangan sunatan.
Byebye.
Note:
Tulisan ini ga penting. Salahnya kenapa kamu tetep baca? ;P
Minggu, 04 Januari 2015
Kenapa Mau-nya Saya Belum Dikasih
Sumber: http://mobile.twitter.com/Satria_cs
Pertama kali nemu gambar itu, rasanya saya pengen nangis.
Dulu, waktu mau minta cepet lulus kuliah, saya bangun subuh-subuh buat ketemu Allah. Begitupun di hari Senin sama Kamis, selalu sempat buat puasa.
Dan akhirnya, alhamdulillah saya bisa lulus di 8 semester.
Begitu juga habis sakit hati ditinggalin, saya ngadu dan nangis sejadinya sama Allah.
Sekarang, dengan berbagai alasan saya selalu malas sholat Tahajud lagi. Dengan alasan kecapean habis kerja sampe malam lah, ga kebangun lah, dan alasan-alasan lainnya.
Padahal tiap malam saya bangun sekitar jam 1 sampe jam3 pagi. Tapi bukannya ketemu Allah, tapi saya malah main hp.
Sadar kan, akhirnya apa yang diinginkan ga bisa tercapai?
Karena ga melibatkan Allah di dalamnya.
Saya bukannya sok religius, apalagi minta dipuji.
Bukan itu.
Wajar klo yang saya mau belum dikasih sama Allah. Usaha saya masih sedikit.
Usaha saya ga ada apa-apanya. :')
Di tahun-tahun sebelumnya saya masih bisa tahajud minimal 4 kali seminggu. Tahun ini harus lebih baik, ya..
Aamiin..
Liburan..Liburan..
Minggu, 4 Desember 2015.
Libur 4 hari ini bikin bete sendiri. Niatnya mau isi soundcloud tapi gagal gara-gara di rumah ribut, ada sodara (dan 2 anak kecil) yang nginap di rumah.
Akhirmya hari ini kontak temen SMP dulu. Sahabat lebih tepatnya.
Ira.
Kenal dia sejak kelas 1 SMP sekitar 12 tahun lalu. Orangnya heboh luar biasa. Saya menyebutnya mirip Fitri Tropica.
Dia orang yang dengan gampang bilang kamar saya berantakan. Dia itu cerewetnya luar biasa.
Main ke Timezone, karaoke, makan sampe sesi curhat.
Jujur, bagian terakhir yang saya tidak suka.
Siapapun, kapanpun jika curhat ke saya, selalu saja pertanyaannya sama: ikam kenapa putus sama si anu? Padahal sudah cocok banar? (Kamu kenapa putus sama si anu? Padahal udah cocok banget?)
Iyah.
Sesi curhatnya sahabat selalu berujung pada pertanyaan itu.
Males jawab biasanya. Cuma senyum terus bilang: "lain jodoh lo?" (Bukan jodoh kali?)
Kadang, habis ngomong gitu mereka cuma komen seharusnya bla bla bla.. tapi saya cuma senyum dengan otak yang masih bergelut dengan memori yang ingin saya lupa.
Ralat. Bukan lupa. Tapi ikhlasin.
Terus pertanyaan berikutnya:
"Kenapa kada nyari pacar hanyar?" (Kenapa ga nyari pacar baru?)
Helaan napas panjang. Saya tambah males jawab yang beginian.
Saya bukan orang yang gampang dekat, apalagi jadian. Susah deket sama orang.
Bahkan banyak yang bilang sombong.
Sebenarnya ga sih, cuma rada selektif iya.
Apalagi habis putus yang terakhir kemaren lumayan menguras emosi sama hati juga.
Untungnya masa itu sudah lewat.. :)
Okeh, kita balik ke Ira.
Nih orangnya..
Yang pake hijab.
Kenalnya udah lama. Dari masa saya suka Meteor Garden dan jadi salah satu saksi hidup waktu saya mati-matian belajar ngafalin lagu-nya Linkin Park waktu SMP.
Dia ga tau saya pasang fotonya. Kalo tau pasti ngamuk.
Biarin ah~~
Libur 4 hari ini bikin bete sendiri. Niatnya mau isi soundcloud tapi gagal gara-gara di rumah ribut, ada sodara (dan 2 anak kecil) yang nginap di rumah.
Akhirmya hari ini kontak temen SMP dulu. Sahabat lebih tepatnya.
Ira.
Kenal dia sejak kelas 1 SMP sekitar 12 tahun lalu. Orangnya heboh luar biasa. Saya menyebutnya mirip Fitri Tropica.
Dia orang yang dengan gampang bilang kamar saya berantakan. Dia itu cerewetnya luar biasa.
Main ke Timezone, karaoke, makan sampe sesi curhat.
Jujur, bagian terakhir yang saya tidak suka.
Siapapun, kapanpun jika curhat ke saya, selalu saja pertanyaannya sama: ikam kenapa putus sama si anu? Padahal sudah cocok banar? (Kamu kenapa putus sama si anu? Padahal udah cocok banget?)
Iyah.
Sesi curhatnya sahabat selalu berujung pada pertanyaan itu.
Males jawab biasanya. Cuma senyum terus bilang: "lain jodoh lo?" (Bukan jodoh kali?)
Kadang, habis ngomong gitu mereka cuma komen seharusnya bla bla bla.. tapi saya cuma senyum dengan otak yang masih bergelut dengan memori yang ingin saya lupa.
Ralat. Bukan lupa. Tapi ikhlasin.
Terus pertanyaan berikutnya:
"Kenapa kada nyari pacar hanyar?" (Kenapa ga nyari pacar baru?)
Helaan napas panjang. Saya tambah males jawab yang beginian.
Saya bukan orang yang gampang dekat, apalagi jadian. Susah deket sama orang.
Bahkan banyak yang bilang sombong.
Sebenarnya ga sih, cuma rada selektif iya.
Apalagi habis putus yang terakhir kemaren lumayan menguras emosi sama hati juga.
Untungnya masa itu sudah lewat.. :)
Okeh, kita balik ke Ira.
Nih orangnya..
Yang pake hijab.
Kenalnya udah lama. Dari masa saya suka Meteor Garden dan jadi salah satu saksi hidup waktu saya mati-matian belajar ngafalin lagu-nya Linkin Park waktu SMP.
Dia ga tau saya pasang fotonya. Kalo tau pasti ngamuk.
Biarin ah~~
Posting Pertama 2015
Hai.
Udah 2015 aja ya..
Ga kerasa udah hampir 3 tahun ga ngeblog. Ini juga blog-nya kebuka gegara bbman sama Egis akhirnya ya begitulah.. Kebuka lagi niatan buat ngeblog.
Ga tau juga sih mau ngomongin apa? Bingung sendiri.. beberapa tahun lalu ngeblog melulu tentang cinta. Sumpah.. habis baca ulang postingan beberapa tahun lalu, saya pernah jatuh cinta sedalam itu.
Sungguh.
Sayangnya kisahnya udah habis, ya.. :p
Yasudah, besok-besok pasang postingan lagi deh. Tapi besoknya kapan juga ga tau.
Btw, saya lagi karaokean nih..sama sahabat waktu SMP.
Ga penting sih, tapi biarin donk..
Udah 2015 aja ya..
Ga kerasa udah hampir 3 tahun ga ngeblog. Ini juga blog-nya kebuka gegara bbman sama Egis akhirnya ya begitulah.. Kebuka lagi niatan buat ngeblog.
Ga tau juga sih mau ngomongin apa? Bingung sendiri.. beberapa tahun lalu ngeblog melulu tentang cinta. Sumpah.. habis baca ulang postingan beberapa tahun lalu, saya pernah jatuh cinta sedalam itu.
Sungguh.
Sayangnya kisahnya udah habis, ya.. :p
Yasudah, besok-besok pasang postingan lagi deh. Tapi besoknya kapan juga ga tau.
Btw, saya lagi karaokean nih..sama sahabat waktu SMP.
Ga penting sih, tapi biarin donk..
Langganan:
Komentar (Atom)




